jump to navigation

UNICEF dukung Indonesia untuk waspadai Flu Burung Januari 29, 2009

Posted by fluburungpmi in amcross, cbaic, ifrc, umum, update.
add a comment

MATARAM, RABU — Lembaga PBB untuk urusan anak-anak (Unicef)  mendukung perumusan kesiapsiagaan pandemi influenza global di 10 kota yang mencakup 14 provinsi di Indonesia demi keselamatan anak-anak di masa mendatang.

flu-bersinKepala Kantor Perwakilan Unicef wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat (NTB) Sinung Kristanto mengemukakan hal itu dalam Lokakarya Nasional Simulasi Respons Pandemi Influenza di kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, NTB.

“Unicef mendorong proses perumusan rencana kesiapsiagaan menghadapi pandemi influenza global karena anak-anak akan mendapatkan jaminan keselamatan dan kesehatan yang lebih terlindungi,” katanya di hadapan 55 peserta lokakarya nasional dari tiga provinsi, yakni Bali, NTB, dan NTT.

Ia mengatakan, anak-anak akan menjadi kelompok masyarakat yang paling rentan pada saat terjadi pandemi influenza.

Sejatinya, jaminan keselamatan dan perlindungan kesehatan bagi anak-anak di saat terjadi pandemi influenza, yang dikhawatirkan para ahli bakal terjadi itu, bersumber dari orang dewasa.

“Karena itu sejak dini orang dewasa berkewajiban merumuskan langkah untuk menjamin keselamatan dan kesehatan yang lebih terlindungi bagi anak-anak,” ujarnya.

Sinung berharap, lokakarya nasional sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan itu dapat melahirkan program bersama menghadapi pandemi flu burung dan jenis influenza lainnya di masa mendatang.

Unicef Indonesia banyak berperan dalam pelaksanaan lokakarya nasional pandemi influenza di Senggigi NTB itu, dan akan disusul pada sembilan kota lainnya yang mencakup 11 provinsi di Pulau Sumatra, Jawa, Sulawesi, dan Papua.

Unicef pun sepandapat dengan Komisi Nasional (Komnas) Flu Burung dan Pendemi Influenza (FBPI) yang merujuk pada pendapat para ahli dunia yang mengkhawatirkan virus H5N1 yang mengakibatkan flu burung dapat bermutasi menjadi bentuk yang dengan mudah menular antarmanusia.

Para ahli juga berpendapat bahwa pandemi dapat disebabkan oleh bermutasinya virus tipe lain sehingga diperkirakan, apabila terjadi pandemi, maka jutaan orang di seluruh dunia dapat terjangkit penyakit mematikan serta menimbulkan kerugian ekonomi yang mencapai triliunan dollar AS.

Khusus di Indonesia, diperkirakan pandemi influenza itu akan mengakibatkan sedikitnya 153.000 orang meninggal dunia, dan 50.000 orang lainnya, atau sekitar 1.500 orang setiap provinsi, membutuhkan ventilator agar luput dari serangan pandemi influennza.

Karena itu, Unicef dan Canadian International Development Agency (Badan Bantuan Pemerintah Kanada untuk Pembangunan Internasional) terus mendukung Komnas FBPI dan pemerintah daerah dalam merumuskan rencana kesiapsiagaan pandemi influenza.
ABD
Sumber : Antara

kompas.com

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.