Kasus AI di Bogor Januari 30, 2009
Posted by fluburungpmi in laporan, umum.add a comment
- Radar Bogor, 17 Januari 2009
Warga cilendek barat, Nurul Hikmah (27) yang semula di rawat di RS Karya Bhakti di rujuk ke RS Persahabatan Rawamangun Jaktim karena diduga flu burung….hasil lab belum keluar, tapi esok harinya nurul meninggal dunia… sampai hari ini pun belum ada kejelasan dari dinas terkait mengenai hasil pemeriksaan laboratorium nurul…
yang bikin prihatin, reaksi warga sekitar tempat tinggal nurul yang bersikap antipati, bahkan tidak ada yang ingin melayat…yang jelas keluarga nurul sangat sedih dan shock…
ini artinya masyarakat kita masih belum benar-benar mengerti tentang AI !!!!
Radar Bogor, 30 Januari 2009
Menyusul berita tentang Nurul, hari ini kakak laki-laki Nurul yang berusia 30 tahun juga meninggal dengan menunjukan gejala yang sama. Sebelumnya adik dan putri dari Nurul sempat di rawat di RS Persahabatan. namun kini kondisinya telah pulih.
- Kamis, 22 Januari 2009
Situgede, Kota Bogor.
Dinas Pertanian hari ini mengadakan culling dan penyemprotan disinfektan di 4 rw di kelurahan Situgede karena terjadi kasus kematian yg besar & hampir bersamaan pada unggas2 di wilayah tersebut, krg lbh 100 ekor. Selain itu pihak Dinas juga melakukan penyuluhan penyuluhan kapada warga sekitar.
lap: Silvi, Fasilitator Kota Bogor
UNICEF dukung Indonesia untuk waspadai Flu Burung Januari 29, 2009
Posted by fluburungpmi in amcross, cbaic, ifrc, umum, update.add a comment
MATARAM, RABU — Lembaga PBB untuk urusan anak-anak (Unicef) mendukung perumusan kesiapsiagaan pandemi influenza global di 10 kota yang mencakup 14 provinsi di Indonesia demi keselamatan anak-anak di masa mendatang.
Kepala Kantor Perwakilan Unicef wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat (NTB) Sinung Kristanto mengemukakan hal itu dalam Lokakarya Nasional Simulasi Respons Pandemi Influenza di kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, NTB.
“Unicef mendorong proses perumusan rencana kesiapsiagaan menghadapi pandemi influenza global karena anak-anak akan mendapatkan jaminan keselamatan dan kesehatan yang lebih terlindungi,” katanya di hadapan 55 peserta lokakarya nasional dari tiga provinsi, yakni Bali, NTB, dan NTT.
Ia mengatakan, anak-anak akan menjadi kelompok masyarakat yang paling rentan pada saat terjadi pandemi influenza.
Sejatinya, jaminan keselamatan dan perlindungan kesehatan bagi anak-anak di saat terjadi pandemi influenza, yang dikhawatirkan para ahli bakal terjadi itu, bersumber dari orang dewasa.
“Karena itu sejak dini orang dewasa berkewajiban merumuskan langkah untuk menjamin keselamatan dan kesehatan yang lebih terlindungi bagi anak-anak,” ujarnya.
Sinung berharap, lokakarya nasional sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan itu dapat melahirkan program bersama menghadapi pandemi flu burung dan jenis influenza lainnya di masa mendatang.
Unicef Indonesia banyak berperan dalam pelaksanaan lokakarya nasional pandemi influenza di Senggigi NTB itu, dan akan disusul pada sembilan kota lainnya yang mencakup 11 provinsi di Pulau Sumatra, Jawa, Sulawesi, dan Papua.
Unicef pun sepandapat dengan Komisi Nasional (Komnas) Flu Burung dan Pendemi Influenza (FBPI) yang merujuk pada pendapat para ahli dunia yang mengkhawatirkan virus H5N1 yang mengakibatkan flu burung dapat bermutasi menjadi bentuk yang dengan mudah menular antarmanusia.
Para ahli juga berpendapat bahwa pandemi dapat disebabkan oleh bermutasinya virus tipe lain sehingga diperkirakan, apabila terjadi pandemi, maka jutaan orang di seluruh dunia dapat terjangkit penyakit mematikan serta menimbulkan kerugian ekonomi yang mencapai triliunan dollar AS.
Khusus di Indonesia, diperkirakan pandemi influenza itu akan mengakibatkan sedikitnya 153.000 orang meninggal dunia, dan 50.000 orang lainnya, atau sekitar 1.500 orang setiap provinsi, membutuhkan ventilator agar luput dari serangan pandemi influennza.
Karena itu, Unicef dan Canadian International Development Agency (Badan Bantuan Pemerintah Kanada untuk Pembangunan Internasional) terus mendukung Komnas FBPI dan pemerintah daerah dalam merumuskan rencana kesiapsiagaan pandemi influenza.
ABD
Sumber : Antara
kompas.com
terinfeksi flu burung, ayam di lamongan dimusnahkan Januari 26, 2009
Posted by fluburungpmi in Uncategorized.Tags: ayam, flu burung, lamongan
add a comment
LAMONGAN, SENIN – Sedikitnya 4.000 ekor ayam yang diduga terinfeksi virus flu burung, H5N1 atau avian influenza di wilayah Kabupaten Lamongan dimusnahkan. Untuk mencegah penyebaran virus tersebut juga dilakukan penyemprotan disinfektan.

Kasus adanya indikasi flu burung ditemukan di sembilan kecamatan yakni Maduran, Sekaran, Solokuro, Karanggeneng, Sukodadi, Turi, Sugio, Kalitengah, dan Pucuk. Rata-rata yang terinfeksi flu burung jenis ayam kampung. Kasus ini ditemukan kembali sejak 17 De sember 2008 lalu pada ayam milik Siti warga Desa Siwuran, Kecamatan Maduran.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Kesehatan Lamongan, Puji Hermawan, Senin (26/1) menduga temuan flu burung tersebut diduga berasal dari Bengawan Solo yang mengalirkan bangkai ayam yang terjangkit virus flu burung. Bangkai ayam yang menepi kemudian meny ebarkan virus avian influenza terhadap ayam-ayam di Lamongan. Indikasi tersebut diperkuat dengan wilayah yang ada kasus flu burung kebanyakan berada di sekitar aliran Bengawan Solo termasuk Gresik, katanya.
Sebagai upaya pencegahan, telah menyemprotkan disinfektan dan memusnahkan ayam yang diduga terkena penyakit. Penyemprotan desinfektan dilakukan di tempat sekitar ditemukan kasus ayam terkena flu burung. Pemusnahan atau depopulasi ayam yang terjangkit viru s H5N1 dilakukan secara selektif hanya pada ayam yang berada dalam satu kandang dengan ayam terkena virus dengan cara dibakar.
Sesuai ketentuan, semua unggas dalam radius 100 meter persegi dengan lokasi ditemukannya kasus flu burung tersebut harus dimusnahkan.” Tetapi pemusnahan secara selektif demi mengurangi kerugian mesyarakat,” katanya.
Berdasarkan catatan Kompas pada 2007, Lamongan dinyatakan sebagai daerah dengan kondisi luar biasa (KLB) flu burung. Saat itu dinyatakan virus H5N1 penyebab flu burung ditemukan di sejumlah kecamatan dan beberapa orang terindikasi kuat suspect flu burung.
Penetapan KLB didasarkan pada instruksi Bupati Lamongan nomor 1/2007. Semua dinas/instansi terkait diminta melakukan tindakan pengendalian dan pemberantasan Flu Burung secara terpadu dan efektif.
Unggas yang teridentifikasi terserang flu burung dimusnahkan (depopulasi). Selain itu dilarang jual beli unggas di daerah yang terjangkit flu burung. Pengiriman unggas keluar-masuk Lamongan harus disertai surat keterangan kesehatan hewan (SKKH).
Menurut data Dinas Perikanan Kelautan dan Peternakan hingga Maret 2007 delapan kecamatan dinyatakan KLB Flu Burung. Kasus Flu Burung didapati di Kecamatan Sambeng, Pucuk, Babat, Sekaran, Sugio, Sukodadi, Turi, dan Lamongan. Dari jumlah populasi unggas sek itar 60.000 ekor di Lamongan, pada 2007 yang sudah positif terkena Flu Burung mencapai 5.000 ekor lebih.
Selain penyemprotan, perlakuan terhadap unggas yang mati karena Flu Burung juga diawasi. Ada beberapa kejadian, ayam yang mati karena Flu Burung dibuang ke sungai. Tindakan tersebut sangat berbahaya, karena bisa menyebarkan Flu Burung ke orang. Tindakan paling aman pemusnahan (depopulasi) dengan cara di bakar dan dikubur.
Kepala Dinas Perikanan Kelautan Peternakan Mustakim Arif menyatakan masyarakat bisa melakukan pencegahan sendiri terhadap penyebaran Flu Burung. Caranya sangat mudah, air bekas cucian yang mengandung deterjen bisa dijadikan disinfektan untuk disemprotkan ke unggas dan lingkungannya untuk menghentikan penyebaran virus H5N1.
Selain kandang ayam, area yang biasa digunakan tempat berkumpulnya unggas liar juga sejumlah burung piaraan perlu disemprot disinfektan. Cairan desinfektan disemprotkan ke tempat-tempat yang dicurigai sebagai mediator penyebaran virus H5N1.
Pada anuari 2007 ratusan ternak milik warga Desa Taji Kecamatan Maduran mati mendadak. Dua pasien suspek flu burung dirawat di RSUD Dr Soegiri Lamongan, satu pasien dirawat di Puskesmas Turi. Pasien yang dirawat di RSUD Soegiri, Sukemi (45) dan anaknya Sa i in (14) warga Dusun Gembluk Desa Turi Kecamatan Turi, sedang Sukayah (45) dirawat di Puskesmas Turi.
Ayam yang masuk ke Lamongan juga diawasi. Setiap hari sedikitnya 17.000 ayam ternak baik petelor maupun pedaging dari Kabupaten Kediri masuk ke Lamongan. Dalam setahun ayam yang dikembangbiakkan di Lamongan lebih dari empat juta ekor.
Gejala penyebaran virus H5N1 itu terlihat sejak akhir 2006, sebanyak 340 ayam di wilayah Kecamatan Sugio dimusnahkan karena positif mengidap virus flu burung. Pada 2005 lalu seorang warga di Kecamatan Sugio dinyatakan meninggal karena virus mematikan itu.
sumber: kompas.com
korban kelima di China Januari 26, 2009
Posted by fluburungpmi in Uncategorized.Tags: china, fluburung
add a comment
BEIJING, SENIN – Remaja usia 18 tahun meninggal akibat flu burung di China selatan, Senin. Ini merupakan kasus kematian kelima di negara di awal tahun ini.
Pemuda bernama Liang meninggal di wilayah Guangxi setelah jatuh sakit pada 19 Januari lalu seperti dikutip Xinhua. Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit China dalam pemeriksaannya menemukan bahwa Liang mengidap virus H5N1.
Kementrian kesehatan mengatakan, sebelumnya tidak ada bukti terjadinya wabah besar menimpa daratan China. Liang diketahui telah diisolasi dan untungnya dari pemeriksaan yang ada tidak menunjukkan bahwa terjadi mutasi virus H5N1.
Sampai saat ini prosedur pelaporan harian atas kasus yang terjadi pada ternak dan manusia tetap dilakukan untuk memantau dan mewaspadai kemungkinan wabah. Dirjen Kesehatan dan Pertanian harus melaporkan kepada Menteri Kesehatan, Menteri Pertanian dan Menteri Industri dan Perdagangan setiap hari apakah terjadi infeksi di sautu tempat.
Minggu lalu, seorang wanita China meninggal akibat flu burung. Wanita ini beradal dari wilayah timur China. Seoarng remaja di barat daya China dan seorang wanita di Beijing juga meninggal akibat penyakit ini bulan ini. Xinhua menyebutkan, Menteri Kesehatan China telah melaporkan hal ini kepada WHO.
Menurut WHO, flu burung telah membunuh lebih dari 250 orang di dunia sejak tahun 2003 termasuk di China, 22 orang.
ABD
Sumber : AP
Informasi Januari 22, 2009
Posted by fluburungpmi in amcross, cbaic, ifrc.Tags: fasilitator, fluburung, informasi, pmi
add a comment
Dear All..
Ingin menginformasikan kepada semua, karena blog ini milik kita bersama. Untuk temen-temen yang ingin memberikan kritik & saran silahkan isi di kolom “kritik & saran”.
Untuk temen-temen yang ingin mengirimkan tulisan, foto, atau apapun yang berhubungan dengan kegiatan flu burung, silahkan kirim ke: fluburung_pmi@yahoo.com.
Kita tunggu Partisipasi dari teman-teman. Terima kasih
cheers,
mody
Undang Undang Wabah Januari 19, 2009
Posted by fluburungpmi in amcross, cbaic, ifrc, umum.add a comment
Beberapa saat yaang lalu sempat membicarakan mengenai UU Wabah, namun masih belum mengetahui isi dari UU tersebut. Setelah ngoogling ternyata mendapatkan UU tersebut. Buat temen-temen yang ingin mengetahui UU Wabah Nomor 4 tahun 1984 silahkan di Unduh disini
Tetap “Tanggap pada Flu Burung” Januari 19, 2009
Posted by fluburungpmi in amcross, cbaic, ifrc, laporan, umum.add a comment
Mengingat kembali kampanye mengenai Flu Burung pada tanggal 1 September 2006, dan sekarang sudah berjalan kurang lebih 29 bulan.
Kampanye yang bertema “Tanggap Flu Burung!” ini berisi informasi kepada masyarakat seputar langkah-langkah efektif yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko tertular virus H5N1.
Dengan membawa 4 Pesan Pokok:
- Jangan sentuh unggas yang sakit atau mati. Jika terlanjur, cepat-cepat cuci tangan pakai sabun dan laporkan ke kepala desa.
- Cuci tangan pakai sabun dan juga peralatan masak Anda sebelum makan atau memasak. Masak ayam dan telur ayam sampai matang.
- Pisahkan unggas dari manusia. Dan juga pisahkan unggas baru dari unggas lama selama duaminggu.
- Periksakan ke puskesmas jika mengalami gejala flu dan demam setelah berdekatan dengan unggas.






